Assalamu'alaikum wr wb..
       Apakabar teman-teman Electrical Engineering Untad ?? maaf baru bisa posting lagi.. hehee.. semua berkat semangat teman-teman yang selalu ingin tahu, kali ini kami dari Himpunan Mahasiswa Elektro Untad ingin memperkenalkan salah satu teknologi komunikasi data berbasis Wireless.. Waaahh, apa ee ??

sedikit penjelasannya..
       RF (Radio Frekuensi) Module merupakan sebuah wireless embedded modul yang dapat dengan mudah di-interface-kan dengan berbagai macam mikrokontroler. Radio frequency tranciever ini merupakan sebuah modul yang terdiri dari RF receiverdan RF transmitter dengan sistem interface serial UART asynchronous.

       Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menggunakan RF Module agar dapat melakukan komunikasi point to point adalah melakukan seting konfigurasi alamat (address). Proses konfigurasi ini dapat dilakukan melaui software X-CTU yang merupakan software aplikasi khusus untuk RF Module. Cara lain untuk melakukan setting dapat dilakukan melalui hiperterminal. Untuk melakukan setting konfigurasi address melalui hiperterminal ada dua metode. Metode pertama disebut one line percommand dan metode kedua disebut multiple command on one line.

RF Module Tipe XBee PRO


       XBee-PRO merupakan modul RF (radio frekuensi) yang beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz. Sesuai datasheet, pada saat pengiriman data modul XBee-PRO memerlukan catu daya 2.8 VDC sampai dengan 3.3 VDC. modul XBee PRO akan membebani dengan arus sebesar 250 mA pada pengiman data (Tx) dan arus 50 mA untuk penerimaan data (Rx) dengan jangkuan : 100 meter (indoor), 1500 meter (outdoor).

       Pada modul XBee-PRO terdapat 20 pin, namun yang digunakan hanya 6 pin, yaitu VCCdan GND untuk tegangan suplai modul, RESET merupakan pin reset XBee-PRO, DOUT merupakan pin Transmiter (Tx), DIN merupakan pin Receiver (Rx), dan yang terakhir adalah PWMO/RSSI yaitu sebagai indikator penerimaan data yang biasanya dihubungkan ke led. Berikut bentuk fisik dari Module XBee :

Seperti yang diketahui, xbee ada 2 jenis, yaitu Xbee series 1 dan Xbee series 2, antara Xbee series 1 dan series 2 tidak bisa saling terhubung, karena protokolnya berbeda. Xbee series 1 beroperasi dengan menggunakan protokol 802.15.4(Low-Rate Wireless Personal Networks) sedangkan Xbee series 2 beroperasi pada protokol Zigbee (protokol yang dibangun diatas 802.15.4).

Xbee S2 dapat mengimplementasikan mesh networking karena pada Xbee S2 tiap module XBee dapat ditentukan perannya dalam suatu topologi jaringan yang hendak kita bangun. Peran yang dimaksud adalah sebagai Coordinator, Router maupun End-Device.

Untuk melakukan setting pada Xbee, dibutuhkan Xbee adapter, yaitu suatu adapter yang berisi chip converter FTDI to serial untuk mengupload firmware pada Xbee. Xbee ini unik karena memliki ukuran pin yang tidak biasa, sehingga memerlukan breakout board untuk dapat mengoperasikannya pada breadboard pada umumnya.

Konfugurasi pin Module ini adalah :




































Yang paling perlu diperhatikan ketika menggunakan xbee adalah pastikan xbee terhubung dengan sumber tegangan sebesar 3.3V, karena berdasarkan pengalaman orang lain ketika xbee dihubungkan dengan sumber tegangan 5V maka modul xbee tersebut dapat menjadi bricked atau rusak.

tutorial :

gunakan alat sebagai berikut:
1. Arduino Uno x1
2. Arduino Mega x1
3. Xbee S2 x2
4. Xbee adapter x1
5. Xbee breakout board x2
6. breadboard x1
7. LED x1
8. kabel (untuk jumper) secukupnya

Nah, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan setting pada Xbee. setting firmware pada Xbee, 1 sebagai Coordinator dengan mode API, 1 lagi sebagai router dengan mode AT. Untuk mengupdate firmware pada Xbee digunakan program dari Digi yang bernama X-CTU. Program ini dapat diunduh secara gratis dari website Digi.


Nah, setelah mensetting XBee, kemudian langsung buat rangkaiannya
Selanjutnya buat juga rangkaian untuk Xbee 1 lagi dan Arduino
Nah jadi dari rangkaian itu dapat diketahui bahwa kita akan menyalakan LED di Arduino Uno berdasarkan data yang dikirim dari XBee yang terhubung dengan Arduino Mega. Kode yang digunakan adalah

Arduino Mega :
void setup(){
  Serial3.begin(9600);
}

void loop(){
  Serial3.print("on");
  delay(500);
  Serial3.print("off");
  delay(500);
}

Arduino Uno :
int LED = 11;
int debugLED = 13;

void setup() {
  pinMode(LED,OUTPUT);
  pinMode(debugLED,OUTPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  // make sure everything we need is in the buffer
  if (Serial.available() >= 21) {
    // look for the start byte
    if (Serial.read() == 0x7E) {
      //blink debug LED to indicate when data is received
      digitalWrite(debugLED, HIGH);
      delay(10); 
      digitalWrite(debugLED, LOW);
      // read the variables that we're not using out of the buffer
      for (int i = 0; i<20 byte="" discard="Serial.read(); </code" i="">
      }

char pertama = Serial.read();
      char kedua = Serial.read();
      char ketiga = Serial.read();
      if((pertama == 'o') && (kedua == 'n')){
        digitalWrite(LED, HIGH);
      }
      else if((pertama == 'o') && (kedua == 'f') && (ketiga == 'f')){
        digitalWrite(LED, LOW);
      }
    }
  } 
}

Hasil akhir percobaan ini dapat dilihat pada video berikut.


Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment Blogger

  1. Saluut.. disaat buntu butuh materi,
    HME hadir memberi solusi..


    #TheBestChoice..

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Ada yang punya info'

    siapa yang punya Adaptor xbee??
    boleh pinjam??

    ReplyDelete
  4. Admin HME, saya mau tanya apakah varian xbee pro s1 bisa berkomunikasi dengan xbee s2, mohon pecerahannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. xbee s2 ada 2 type s2B dan s2c, yang bisa berkomunikasi dengan xbee s1 hanya s2c kalo s2b tidak bisa bro......I mean xbee s2 ada 2 types

      Delete

 
Top